Pages

Total Pageviews

Monday, 10 June 2013

Catatan Kecil Untuk Jacksen F. Tiago

Setelah melihat permainan timnas kemarin saat melawan Belanda, saya merasa punya sedikit optimisme dengan timnas kita. Mungkin untuk bisa menyamai performa Belanda,yg di babak pertama tak berkutik karena cemerlangnya barisan pertahanan Indonesia,cukup jauh.
Tapi saya merasa bahwa sedikit demi sedikit kekutan timnas mulai bangkit kembali.

Dengan dipilihnya Jacksen,seorang pelatih yg kenyang pengalaman di Indonesia baik sebagai pemain maupun pelatih,hingga materi pemain yg menurut saya sudah mumpuni meskipun masih ada kekurangan,tapi saya rasa hasil kemarin melawan Belanda sudah cukup untuk menggambarkan bahwa Indonesia bukan cuma penikmat sepakbola saja tapi biaa ikut serta menunjukan kualitasnya di muka dunia.

Saya hanya sedikit memberi catatan kecil dari saya untuk coach Jacksen,walau tak muniin terbaca beliau tapi saya hanya menyampaikan saran saja kali doi ngebaca wkwk.
Saat melawan Belanda kemarin,overall pertahanan Indonesia bagus,hanya Tony saja yg gagal menjaga daerahnya dilewati terus baik oleh Lens maupun Ruben Schaken. Saya rasa dia tidak terlalu ngotot dan kesanya yaudah lewatin gue ajala. Dia tidak menunjukan hasratnya untuk menahan Lens/Ruben dengan tacklenya,jadi mereka leluasa utuk memberika crossing. 2 gol Siem De Jong di babak kedua itu bermula dari kesalahan Tony yg tak bisa menjaga pemain lawan intuk memberikan crossing,jadi kebobolan deh.

Untuk lini tengah,lumayan ya,hanya Maitimo belum bisa menahan serangan dari lawan,Wanggai bagus hanya sayangnya tak ada partner di lini tengah yg spartan layaknya Syamsul Bachri,saya suka dia karena permainanya ngotot tapi tak menghasilkan pelanggran yg tak perlu,sedangan Jufriyanto sama kaya Maitimo tak terlalu terlihat karena lawan sepertinya mudah mengontrol lini tengah tanpa adanya perlawanan dari Indonesia. Maitimo malah saya lihat lebih bagus bermain sebagai bek kanan daripada jadi gelandang bertahan.

Untuk lini depan,nah ini nih. Dipimpin sang kapten,Boaz lalu ada Greg dan Van Dijk secara overall kurang lah. Saya paham maksud dari Jacksen yg lebih menarik mundur Sergio daripada Boaz karena jika counter attack,Boaz bisa berlari lebih cepat daripada Sergio dan berharap ada gol seperti saat melawan Arab (dari umpan Kurnia lalu dilempar ke Boaz dan Goooool!) tapi kemarin itu tak terjadi malah Boaz sepwrti bermain sendiri. Sergio malah kaya gak main karena posisinya di belakang,munjin Jacksen ingin posisinya sama kaya pas si Persib Sergio ikut membantu pertahanan tapi di Timnas,Sergio yg diharapkan bisa jadi mesin gol malah melempem. Kurangnya pasokan bola dari lini tengah lalu tak adanya crossing mantap yg bisa dimanfaatkan Sergio dan gagal lah si botak mencetak gol perdananya untuk Timnas. 
Lalu Greg,2 peluang emasnya gagal setelah itu dia pun ditarik keluar tanpa ada kpntribusi yg baik.

Kalau menurut saya,lebih baik Timnas memasang formasi 4-3-3 dengan susunan serperti ini : 
Gk : Kurnia Meiga
Df : Maitimo,Igbonefo,Salampessy,Diego
Mf : Wanggai,Lilipaly,Syamsul
Cf : Andik,Boaz,Mofu.

Kenapa seperti ini?
1. Jujur saya bingung siapa bek kiri terbaik di Indonesia,terkahir saya lihat bek kiri yg bagus adalah M.Ridwan saat PA 2007 setelah uituu nol. Meniut saya Duego baik buat mengisi posisi tersebut karena selain punya speed,body balance yg lymayan, dan skill lumayan terus masih muda biaa jadi fondasi timnas masa depan. 
2. Wanggai bagus dan masih relatif muda,Lilipaly saya selalu suka dengan pernainanya dan Timnas butuh pemain seperti iki. Syamsul,kita buruh penyeimbang di lini tengah dan dia masih salah satu yg terbaik lebih baik dari Ponaryo.
3. Pasti bertanya" kenapa tak ada Van Dijk. Yap saya tak terlalu suka tipe striker sepertinya yg tak terlalu punya speed. Saya lebih memilih Boaz yg speed dan skill aduhan,Mofu ug masih muda dan andalan di Semen Padang dan termasuk tajam dengan shooting keras. Lalu wonderkid Indonesia,Andik yg gausah dijelaskan lah ya.

Untuk naturalisasi saya rasa Igbonefo sukses besar,dia berhasil mematikan Van Persie! Dan seperti Greg saya masih melihatnya hanya bagus di Liga indonesia saha belym bisa menunjkan bahwa dia pantas untuk di naturalisasi,masa masih lebih bagus Boaz.

Regenerasi sangat diperlukan terutama di sektor bek kiri karena setelah era Ortizab kita sperti kehabisa bek kiri berkualitas. Dan playmaker masa kita masih haus mengandalkan Firman Utina terusan yg sudah mulai berkepala 3,saya melihat perm dari timnas u23 yg saya rasa lumayan lah semoga mereka terus berkembang dan tak berhenti di tempat.

Semoga coach Jacksen membacanya dan biaa jadi referensi untuknya. 

Semangat Merah Putih kami akan selalu ada untukmu!


Sunday, 5 May 2013

Persija Terpuruk,Salah Siapa?

 Persija,sang macan kemayoran Ibukota,klub papan atas Indonesia yang setiap musim selalu berada di papan atas dan terkesan anti papan bawah,di musim ini bernasip tragis.
Posisi 18 sampai putaran pertama berakhir! Sesuatu hal yang tak bisa dibayangkan oleh The Jakmania manapun yg selalu mendukung Persija kemanapun. Kehancuran Persija sudah dimulai dari awal musim ini,sang pemimpin Ferry Paulus bilang bahwa klub dalam kondisi kritis.
Ini alasan menurut saya kenapa Persija terpuruk:

1.Tak Diperpanjangnya Kontrak Bepe dan Pemain Loyal Lain


Bambang Pamungkas sang kapten Persija dan pemain loyal seperti Andritany,Leo Saputra,Ismed Sofyan (akhirny diperpanjang),Ramdhani tidak diperpanjang kontraknya karena alasan yg aneh,tidak mempunyai dana untuk mengontrak lagi mereka. Bahkan gaji Bepe dan Leo dan mungkin masih ada mantan pemain Persija lain belum dibayar sampai sekarang! Padahal itu gaji dari musim lalu!
Efek dari dilepasnya pemain yg sudah bertahun-tahun membela Persija tersebut adalah terpuruk karena Persija hanya mengandalkan pemain muda tak berpengalaman dan pemain asing yg kurang mumpuni,alhasil,posisi 18.

2.Janji Palsu Sang Ketua





 Janji sang ketua umum Ferry Paulus saat terpilih jadi ketua umum Persija adalah mengontrak pemain-pemain penting Persija seperti Bepe dengan kontrak minimal 2 tahun. Tapiiii coba lihat sekarang ? Ternyata Persija masih mengandalkan APBD,saya pun kaget karena saya kira Persija sudah lepas sepenuhnya,ternyata malah belum! Dan sekarang Persija pun kelimpungan tak punya uang alhasil jangankan mengontrak 2 tahun,bayar gaji pun masih menunggak dan yah sudahlah.

3.Tak Punya Striker dan Winger Mumpuni

Nah,di posisi striker,Persija punya Pedro Javier,Rahmad Affandi dan mereka berdua seperti kehilangan sentuhanya musim ini. Pedro Javier sang pemain asing yg digadang-gadang sebagai striker utama Persija musim ini malah melempem alhasil di akhir putaran pertama dia kerap duduk di bench dan diputus kontrak oleh klub. Selain itu,entah kenapa Persija tidak berjodoh dengan pemain Korea dan sama-sama berposisi winger,musim lalu kita punya Jeong,musim ini punya Min. Dan nasib mereka pun sama,tak berkembang tak bersinar hanya seperti perjudian Persija aja untuk mengontrak mereka,skill pas-pasan bahkan menurut saya lebih baik Defri Riski yg notabene pemain muda Persija daripada Min,dan nasibnya pun sama seperti Pedro,diputus kontrak.

Beruntunglah Persija Iwan Setiawan yg memang tidak disukai Jakmania sudah diganti oleh Benny Dollo.
Jujur saat pertama kali ditunjuk menangani Persija,saya merasa was-was karena di periode pertama doi melatih di Persija,hasilnya pun biasa saja tak istimewa. Tapi perlahan tapi pasti doi mulai membangun Persija dan menutup putaran pertama dengan kemenangan atas Persiba 0-1,suatu hal yg sangat dirindukan suporter Persija.
Dicoretnya Pedro,Min dan Jarot (pemain ngaco,rambut doang keren) memang sudah sesuai karena kontribusinya yg minim untuk Persija. Dan dikontrak kembali pemain baru rasa lama,Andritany dan M.Ilham dan pemain baru beneran seperti Glen Poluakan,Rohit Chand (PSPS,Nepal),Emmanuel Kenmogne (Kamerun),Jamie Coyne dan rumor Johan Alfarizi,Benny Wahyudi dan I Gede Sukadana akan ikut bergabung membela panji Persija Jakarta.

Satu hal yg pasti,kami menunggu kedatangan sang kapten,pemimpin,idola dan legenda Persija Jakarta,Bambang Pamungkas!

Semoga di putaran kedua Persija berhasil lolos dari zona degradasi dan kembali menunjukan bahwa Persija adalah klub papan atas Indonesia.

AYO BANGKIT MACAN KEMAYORAN! 
  

Friday, 3 May 2013

Liverpool dan Kesabaran

History FC,Library FC.

Itu kata-kata yg sering didengungkan fans klub lain untuk mencela salah satu klub terbesar di dunia yang juga klub yang saya favoritkan,Liverpool FC.
Mereka selalu bilang "Apa yg bisa dibanggakan dari Liverpool sekarang selain sejarah? Huh Sejarah FC hahaha."
Itu yg selalu mereka bilang saat sedang membicarakn tentang gelar-gelar yg didapat klub.
Rata-rata teman saya adalah fans dari rival abadi Liverpool,Manchester United yg mengakhiri dominasi Liverpool yg begitu menggila sebelum era Premier League.
Terakhir Liverpool mendapat gelar Liga Inggris di akhir 80an,setelah itu? MU,MU,MU dan MU.
Kadang saya sedih,miris melihat kenapa klub penuh dengan kebanggaan,kehebatan yg luar biasa harus puasa gelar liga inggris lebih dari 20 tahun lebih sedangkan MU yg dulu tidak ada apa-apanya malah sekarang gelar mereka 20,mengungguki Liverpool dengan 18 gelar.

Apa yg bisa dibanggakan dari Liverpool? Ketika saya mulai dicela oleh teman,saya selalu bilang "Come back to us when you already get 5." 
Mengerti kan?
Liverpool masih satu-satunya klub Inggris yg mendapat Piala Liga Champion asli,bukan tiruan dan berhak memakai BOH,Badge of Honour karena hanya klub yg telah memenangkan Liga Champion selama 5 kali yg berhak mendapatkan itu semua.
Tapi,Liverpool terakhir bermain di Champion di musim terakhir Benitez,2009. Setelah itu? Europa League dan bahkan tidak bermain di Eropa. Suatu kegagalan untuk klub seperti Liverpool tidak bisa bermain di Eropa.

Suporter Liverpool adalah manusia-manusia yg diberi kesabaran lebih oleh Tuhan,agak sedikit berlebihan~.
Setiap saat kalau sedang membicarakan tentang klub,pasti selanjutnya adalah mencela Liverpool.
Dan ada yg bilang "Mending pindah tim sana,ngapain ngedukung tim yg ga pernah menang."

Tapi saya bukan karbitan,pendukung Liverpool adalah orang-orang yg setia walau tim ini jarang mendapatkan gelar. Musim kemarin memang mendapat gelar walau hanya Piala Carling dan didapat lewat adu pinalti tapi gelar tetaplah gelar.

Generasi Steven Gerrard sang kapten fantastik dalam beberapa tahun lagi akan menghilang dari lapangan hijau Anfield,dimulai dari akhir musim nanti,sang deputi kapten,Jamie Carragher akan pensiun. Tanpa medali Liga Inggris,itu yg dia sesali kenapa sampai dia pensiun tidak bisa memenangkan Liga Inggris. Dan mungkin sang kapten Gerrard juga tidak akan mendapat gelar tersebut. Dan kami sebagai suporter,walau kami berjarak ribuan kilometer dari Anfield,kami akan selalu mendukung dari sini,mendoakan dari sini agar Liverpool bisa memenangkan gelar Liga Inggris kembali dan tak terpuruk lagi,terus bersabar.

Semoga...

Saturday, 20 April 2013

Loyalitas Legenda Yang Disia-siakan: Bambang Pamungkas

"Saya tidak peduli apa yg dibicarakan orang lain,saya tidak peduli apabila saya mereka bilang pemain yg tidak profesional. Tapi saya hanya akan bermain untuk satu klub saja di Indonesia,Persija Jakarta." 

Mungkin itu yg ada di kepala seorang legenda yg terbuang,Bambang Pamungkas.
Seorang maskot,striker terbaik,pujaan ribuan the Jakmania yang selalu setia mendukung Persija kemanapun Persija pergi,pasyi miris melihat maskot klub Persija Jakarta,Bambang Pamungkas,tidak dikontrak,dibuang oleh manajemen Persija Jakarta.
Bersama para pemain lain yg telah setia membela Persija bertahun-tahun seperti Leo Saputra,Ramdhani Lestaluhu,Andritany dan Ismed (2 nama terakhir ini akhirnya dikontrak kembali) mereka seperti dibuang oleh manajemen dengan alasan klasik "Tidak mempunyai dana,kondisi ekonomi klub yg sulit" dan lain-lain alasanya yg menurut saya yg juga seorang fans Persija adalah OMONG KOSONG!
Manajemen bisa mengntrak pemain asing seperti Pedro,Min,Fabiano,Robertino tapi tidak bisa mengontrak para pemain lokal yg telah bertahun-tahun mengabdi dengan penuh bangga untuk Jersey Oranye dengan lamabnag Monas dan satu bintang di dada.
Saya cukup heran dengan kualitas pemain asing terutama Min karena saya rasa dia tidak punya kualitas yg lebih "Waw" daripada pemain lokal,contohnya saya rasa lebih bagus Defri Riski daripada Min.

Oke disini saya tidak akan membahas tentang ngaconya manajemen Persija Jakarta,tapi saya kan konsentrasi pada satu titik,satu tokoh,satu pemain yg sosoknya begitu banyak diidolakan bukan hanya dari Jakmania saja,bahkan dari seluruh masyarakat Indonesia yg melihatnya bermain,Bambang Pamungkas.

Bambang Pamungkas adalah seorang pemain yang kalau menurut saya punya jiwa kepemimpinan yg hebat dan dia tidak segan untuk melawan untuk mewujudkan apa yg dia anggap benar.
Masih segar di ingatan saat dia memilih untuk menggunakan Jersey Timnas bersama Ponaryo dan Firman saat pertandingan eksibisi melawan Valencia. Statusnya sebagi pemain ISL yg melarang para pemain ISL untuk bermain di timnas tidak dipedulikanya. Dan setelah pertandingan itu,Bepe kabarnya mendapat sanksi dari klub karena membela timnas. Aneh kan? Membela timnas adalah sebuah kebanggaan bagi setiap pesepakbola manapun dan di saat pemainya dipanggil untuk membela timnas,seharusnya klub pun bangga,tapi ini malah memberi sanksi.

Puncaknya adalah saat AFF 2012,dimana hanya seorang Bambang Pamungkas satu-satunya pemain ISL yg berani melawan penguasa ISL untuk bermain membela negara yg ia cintai,ia banggakan. Dan pemain ISL lainya? Mereka takut akan diputus kontrak oleh klub asalnya karena membela timnas,IRONIS.
Membela Garuda di dada adalah sebuah kebanggan yg tak akan ternilai harganya,tapi mereka takut untuk berkorban demi Timnas.
Bepe berani melawan,berani mendobrak,suatu hal yg pantas kita apresiasi bukan untuk dicaci. Melawan penguasa yg salah demi membela negara adalah suatu kebanggan tersendiri.

Dan sekarang,saya tidak berani menuduh tapi banyak yg bilang kalau status Bepe saat ini yg tidak dikontrak Persija adalah konspirasi karena sang "Penguasa" yg dilawan Bepe tidak menyukainya karena Bepe telah melawan keputusan untuk tidak membela timnas,saya tidak menuduh,tapi banyak pikiran yg mengarah kesana.
Dengan status Bepe,seorang dengan caps dan topskor timnas terbanyaj sepanjang masa untuk saat ini,tidak sulit baginya untuk mendapat klub baru. Banyak sekali klub-klub yg ingin mendatangkanya,tapi Bepe selalu menampik karena dia tidak ingin membela klub lain dan melawan klub yg telah membesarkan namanya dan namanya pun sudah terukir dalam sejarah Persija.

Ingat saat Bepe mencetak gol saat melawan Timor Leste dan dia menggunakan Ban kapten yg berbeda warnanya ? Ya,ia memakai warna Oranye untuk ban kaptenya dan menunujukan kepada manajemen dan jakmania bahwa hatinya hanya untuk PERSIJA JAKARTA. Tapi kenapa manajemen seperti menyianyiakanya? Ironis.

Bepe selalu menunjukan pada kalangan umum bahwa dia sangat mencintai Persija Jakarta,sampai di timnas pun dia masih menunjukan kecintaanya untuk Persija dengan menggunakan ban kapten berwarna oranye. Miris melihat kata-katanya yg begitu menyentuh hati,jujur saya sebagai Jakmania bangga sekaligus sedih melihat kata-katanya.

 "Walau raga tak lagi disana tapi jiwa akan selalu bersama,berjuang untuk PERSIJA JAKARTA." - Bambang Pamungkas



Miris,ironis melihat sang legenda yg tak pernah ingin disebut legenda karena  ia bilang bahwa ia adalah generasi gagal karena gagal membawa Indonesia meraih apapun selama kiprahnya di Timnas sampai keputusan pensiunya diumumkan,tidak lagi dikontrak oleh klub yg begitu ia cintai,banggakan,dan ia seperti disia-siakan oleh klub itu. Dengan predikat sebagai salah satu striker terbaik Indonesia tidak sulit untuk mendapat klub baru tapi ia tetap setia bersama Persija Jakarta.

Bambang Pamungkas,maafkan Persija,maafkan kami,kami akan selalu medukungmu.
Kami merindukan jersey oranye bernomor 20 dengan nama Bambang berkiprah di rumput hijau GBK bersama Persija Jakarta yg akan selalu kami dukung sampai kapanpun. 
Kami merindukan gaya bermainmu,tendangan kerasmu,dan yang jadi trade mark seorang Bambang Pamungkas,header keras dan akurat yg membuatmu jadi "Raja di Udara".

Kami semua merindukan anda kapten BEPE20.

Saturday, 30 March 2013

No One Is Bigger Than His Club

No One Individual Bigger Than His Club
There Never Has and Never Will Be

Kata-kata ini sering muncul ketika salah satu pemain idola,pemain favorit dari sebuah tim pindah secara mengejutkan ke klub lain.
Akan lebih parah ketika dia pindah ke klub yg jelas-jelas adalah rival utama dari klub yg sebelumnya dia bela.
Kata-kata itu akan selalu muncul dan jadi penghibur buat suporter klub yg ditinggalkan pemain idolanya.
Mereka pasti berusaha tegar dan mengobrakan semangat kalau si pemain adalah pengkhianat,tapi dalam hati pasti mereka merasa sedih sang pemain pujaan pindah ke kllub yg notabene adalah rival (jadi melankolis-_-).

Saya juga pernah ngerasain hal ini ketika Torres pindah ke Chelsea,50juta pounds didapat.
Saya sebagai fans fanatik Liverpool tentu sedih melihat seorang Torres yg jika tetap bertahan di Anfield lebih lama lagi akan menjadi seorang legenda baru.
Siapa sih yg gak takut sama duet Torres-Gerrard yg gila,ngacak-ngacak pertahanan lawan.
Statistik Torres di Liverpool juga gila.
Di musim pertamanya bersama Liverpool,ia mencetak 24gol di Liga. Pemain asing pertama yg bermain di Liga Inggris yg musim pertamanya berhasil mencetak 24 gol,mengalahkan Van Nistelrooy dengan 23gol.

Torres bermain di Anfield selama 3 1/2 musim dan berhasil mencetak 62 gol dan 102 penampilan bersama Liverpool.
Pada Januari 2011,secara mengejutkan dia pindah dari kotya pelabuhan menuju London,CHELSEA!
Rekor transfer Liga Inggris pun pecah,50jt pounds untuk seorang Fernando Torres.
Tapi seperti yg kita tahu sekarang,dia tidak bisa menampilkan permainan terbaik seperti yg ia tunjukan saat bermain di Atletico maupun Liverpool.
Seorang legenda Chelsea,Gianfranco Zola,pernah bilang :

"Torres tak bermasalah pada performa/kemampuanya menurun. Masalahnya cuma satu,mental. Walau sekarang ia berkostum biru,tapi hatinya akan selalu merah."

Seorang legenda Chelsea bicara seperti itu,sampai sekarang banyak gosip yg bilang bahwa Torres ingin kembali ke Anfield,tempat dimana namanya dielu-elukan ribuan The Kops,beda dengan sekarang ia dicaci maki karena harganya yg terlalu besar,mungkin sama nasibnya kaya Andy Caroll yg dibeli dengan harga 30jt pounds,rekor untuk pemain asal Inggris tapi sekarang hancur performanya.

Sebagai seorang suporter tentu sedih melihat pemain pujaan,idola mereka pindah ke klub rival.
Tapi kita juga harus tetap melihat ke depan jangan terus-terusan mengingat nama-nama yg telah meninggalkan klub yg kita dukung dengan penuh bangga.

Seenggaknya kita move on dari pemain itu dan segera mendukung pemain yg menggangtikan posisinya.
Saya alhamdulillah sudah move on karena performa Suarez yg menggila musim ini,walau masih ada penyesalan andaikan Torres-Suarez mimpin lini depan Liverpool...

Jarang di jaman sekarang ada pemain yg benar-benar loyal bersama satu tim walau tim itu jarang mendapatkan gelar. Hanya ada beberapa orang saja.
Coba lihat Steven Gerrard dan Jamie Carragher,one man team.
Mereka contoh bahwa mereka bangga bisa bermain untuk Liverpool,dengan lambang Liverbird di dada.
Banyak godaan yg datang,terutama untuk Gerrard. Chelsea,MU,Madrid pernahn datang untuk mencoba menggoda Gerrard dengan imbalan akan meraih gelar,tapi apa yg Gerrard bilang :

''Saya tidak akan bangga bisa meraih gelar bersama tim lain. Saya bisa saja pindah ke klub lain dan memenangkan gelar,tapi saya akan lebih bangga bisa meraih gelar bersama klub yg telah membawa saya jadi seperti ini,Liverpool."

Pemain-pemain akan datang silih berganti,tapi klub akan tetap berdiri.
Para pemain yg akan bangga bisa bermain dengan lambang klub yg tertempel di dada,bukan klub yg bangga bisa dibela pemain.

Friday, 29 March 2013

Berubah dan bangga atau diam dan tetap seperti ini?

Kadang hidup itu ga semudah yg kita rencanain. 
Hidup ini bukan kaya ftv yg udah disetting sedemikian rupa sehingga di akhir pasti happy ending.
Ini dunia nyata.

Sebenernya apasih yg udah kita lakuin buat hidup kita sendiri?
Apa kita udah bisa buat hidup kita berharga sehingga kita bisa banggain diri kita sendiri dan bisa diinget orang lain?
Kalo hal itu ditanya ke saya,jawabanya adalah BELUM.

Belum adalah jawaban yg paling tepat jika hal itu ditanyakan pada saya?
Kenapa? Karena saya memang belum apa-apa sekarang. Oke mungkin banyak yg tau siapa saya (di kalangan temen maksudnya) tapi itu hanya sebatas kenal dan bukan karena sesuatu hal yg bisa kita banggakan di depan orang lain yg membuat orang lain bisa mengingat nama kita.
Contohnya : Bob Marley. Siapa sih yg gak kenal beliau? "Dewa" Reggae lah istilah yg paling pas buat beliau.
Beliau diingat karena karyanya yg mengguncang dunia,memperkenalkan Reggae ke seantero dunia.
Bung Karno lebih gampang,siapa yg gak kenal Sang Proklamator negara Indonesia kita tercinta.

Mereka semua diingat oleh banyak orang karena apa? Karya,prestasi,dan hal-hal yg membanggakan walau gak semua yg ada di diri mereka boleh kita contoh karena mereka bukan makhluk yg sempurna,tapi kita bisa mencontoh yg baik-baik.

Apa kalian mau seperti mereka?
Saya mau. Bukan berarti saya gila akan popularitas,tidak!
Tapi saya ingin hidup saya seperti mereka,sukses dan punya sesuatu yg bisa dibanggakan sebelum kita meninggalkan dunia yg sementara ini.
Mungkin Bung Karno meninggal dalam kondisi yg jujur akan membuat kita menanngis melihat saat-saat terakhir Sang Proklamator dan beliau pun pasi merasa ada sesuatu hal yg belum ia selesaikan. Tapi perjalanan hidup beliau penuh dengan karya gemilang yg pasti akan membuatnya bangga dengan karya-karyanya.

Saya ingin hidup dengan menghasilkan karya,bukan hanya bisa menikmati karya-karya orang lain saja.
Saya juga ingin punya karya yg bisa orang lain nikmati,dibaca seperti halnya karya yg sering saya nikmati.
Apakah kalian pernah berpikir kenapa sih bangsa kita hanya bisa jadi negara pemakai bukan negara pembuat? Apa kalian pernah berpikir betapa mirisnya negara kita? Apa yg bisa kita banggakan dari diri kita kalau kita cuma bisa jadi pemakai,penikmat barang yg bukan dibuat dari negara kita?
Saya pun miris melihat situasi sekarang. Negara pemakai.

Indonesia itu negara tergantung tren,kenapa?
Saya pernah liat statistik bahwa Indonesia adalah salah satu pemakai Blackberry terbesar di dunia (saya juga termasuk sih). Bagi  para produsen kita adalah pasar besar yg bisa mereka nikmati,sedangkan kita? apa yg kita nikmati? Okelah kita bisa nikmati teknologi mereka,saya juga senang bisa mempunya BB karena memang mempermudah komunikasi,tapi saya sering berpikir,kapan bangsa kita bisa membuat barang kaya gini? Sampe kapan kita terus-terusan begini?
Sampe kiamat? Enggak mau kan.

Saya cuma penulis yg menumpahkan kekesalan lewat blog ini,tapi saya harap bila ada pembaca yg tergugah setelah melihat blog saya ini,saya turut senang karena saya bisa membantu  orang lain untuk tergugah demi membantu Indonesia.
Saya terinspirasi dari buku-buku Pandji Pragiwaksono,seorang yg hebat boleh saya katakan.
Isinya benar-benar menggugah saya untuk bisa membantu mengubah negara ini.
Saya gak bisa ngerubah negara ini karena saya cuma warga negara biasa,tapi dengan perlahan dan satukan suara,pikiran,dan tenaga kita bisa membuat sesuatu yg akan membanggakan Indonesia entah kini atau nanti.

Jika anda ingin mengubah semuanya.
Tidak ada kata terlambat untuk mengubah ini semua.
Tetap semangat dan jangan menyerah.
Buat Indonesia bangga karena mempunyai manusia-manusia hebat.
Berubah dan bangga atau diam dan tetap seperti ini.

Sunday, 24 March 2013

Demi Timnas

Kalo lo baca post gua kali ini mungkin lo bakal heran dan gua tau apa yang bakal ada di pikirian elo.
"Cobek ngapain sih niat banget? Buang-buang uang kali" 
Dan pikiran lainya pasti banyak lah yg bakal keluar dari pikiran elu,tapi gua lakuin ini cuma satu .
DEMI TIMNAS.

Ini berawal dari minggu lalu saat gua tau timnas bakal main tanggal 23 Maret. Gua udah rencanain semuanya dan gua bener-bener nunggu tanggal 23 Maret ini karena satu alesan,gua pengen nonton Timnas Indonesia di Gelora Bung Karno.
Gua udah nunggu kesempatan ini udah lama. Gua berharap saat AFF 2012,Indonesia bisa lolos dan bisa main di Indonesia,sayangnya hal itu musnah karena kita kalah dari Malaysia.
Akhirnya gua gajadi nonton Timnas di GBK.

Karena hal itulah gua bener-bener pengen nonton Timnas di GBK tanggal 23 Maret 2013.
Tapi........................................................
Setelah pulang dari praktekan hari Jum'at kemarin,semester 5 ngasih tau kalo hari minggu dan senen wajib dateng anak semester 1 dan 2 (gua semester 2) karena ada acara. Dan itu sempet buat kesel gua dan temen-temen lain.
Gimana gak kesel coba,gua udah rencanain mateng-mateng dan tiba-tiba dikasih tau mendadak kalo hari Minggu wajib masuk,patah semangat gua.
Akhirnya jum'at malem itu gua main PES aja di leptop bareng temen-temen gua di kosan temen sambil bete menyesal gak bisa nonton langsung ke GBK -____-.

Dan ketika kebangun Sabtu pagi,keinginan gua udah bulet. "Gua harus dateng ke Jakarta dan nonton Timnas langsung di GBK." Jam 09.45 gua berangkat. NEKAT,itu yg pertama kali gua pikir. Situasi antrian untuk beli tiket panjang abis dan temen gua yg emang pengen gua nitip pun sempet pesimis buat dapet tiket pas liat antrianya ngaco panjang . Dan gua dianterin sama sahabat baik gua di bdg,Yayang,gua dianterin ke travel dan gua pikir "ah bodo yg penting gua nyampe Jakarta dulu." Gua cuma berdoa aja semoga dapet tiket nonton.
Oiya,asal lu tau aja nih,hari Minggu gua masuk loh,pagi pula hahaha.

Di jalan sambil ngantuk-ngantuk,temen gua bbm dan bilang kalo tiketnya dapet,gua seneng banget akhirnya gua bisa nonton langsung timnas di GBK lagi!
Sebelumnya gua udah nonton di GBK bulan lalu pas Persija vs Arema,tapi feelnya beda kalo Timnas main.
Gua rindu perasaan merinding saat 80ribu suporter menyanyikan lagu Indonesia Raya bareng-bareng.
Nyampe di rumah jam 2 siang,gua cuma makan,mandi,sparring PES ama adek gua (jago nih doi),jam 4 temen gua dateng langsung cus ke GBK. Gak istirahat gua,jagoan.
Sampe di GBK jam 5 kurang dan gua ketemu dulu sama temen gua yg gua titipin tiketnya. Tapi akhirnya kita gak nonton bareng karena mereka nunggu satu orang lagi yg masih di jalan (sampe terakhir gua bareng mereka,dia masih di BNN,JAUH KAN).
Akhirnya,kita pisah dan gua bareng temen gua pas berangkat ke GBK,Ajis,Fakhri ama adek gua,Bagas. Kita nonton di tribun,kita naik ke lantai paling atas,tinggi coooy. Dari sektor 17/18 kita jalan lagi sampe sektor 23 biar viewnya bagus,dan gak nyesel lah.

Matchnya berjalan seru,sempet di atas awan karena gol si Kapten Baru,Boaz Sollosa,akhirnya kita kalah karena dua gol balesan dari Arab Saudi. Ujan deres juga lho.
Pemain paling ngaco itu si Zulkifly ama Ponaryo. Zulkifly terlalu sering lama mikirnya ama keseringan nyerang tapi kaga bener. Kalo Ponaryo,udah ga kuat mungkin,salah pelatih kenapa gak mainin Bustomi.
Match ini juga jadi debut buat trio naturalisasi,Van Dijk,Greg,Igbonefo. Belom  terlalu padu tapi ya lumayan lah.

Gua balik ujan breh,gak deres" amat sih. Nyampe parkiran (mesjid Albina) jam 9 lewat dan lu tau kapan gua bisa keluar dari parkiran? jam setengah 11-______. antrian keluarnya macet parah.
Dan gua akhirnya bisa nyampe rumah jam setengah 12.
Adek gua udah tepar dan gua? Gua gak mau nyia-nyiain kondisi ada internet gini di rumah (di bdg gak punya modem) dan lu tau gua harus balik ke bdg jam 6 pagi karena gua masuk jam 8? :')

Ini hari nekat dan gua bangga bisa nonton Timnas langsung di GBK . Buat gua ini kaya perjuangan berat juga bela-belain nonton Timnas padahal minggu ada kuliah. Jam 2 nyampe Jakarta,jam 6 pagi udah otw BDG,tmnas pun kalah tapi gua gak pernah nyesel karena suatu kebanggan bisa mendukung langsung Indonesia di bidang sepakbola walau hasilnya pasti berbeda ama yg gua pengen,tapi gua tetep seneng bisa nonton langsung!!


Ini ada foto-foto hasil nonton tadi,silahkan dilihat hahaha. Sebenernya gua juga ada video pas nyanyi Indonesia Raya,tp gede banget jadi males naro di sini hahahaha.





Kiri-Kanan (Fakhri,Gua,Ajis)


Flare abis gol-nya Boaz :')