Pages

Total Pageviews

Wednesday, 1 January 2014

2014, Tahun Politik Telah Datang!

Selamat datang tahun 2014! Tahun dimana semua hal akan dimulai kembali dari awal.
Harapan? Pasti selalu ada harapan yang diinginkan di tahun baru ini. Lebih baik dan blablablabla omong kosong tetek bengek lainya selalu menjadi harapan yang biasa di tulis oleh orang-orang entah di media sosial atau di tempat lain yang bisa jadi tempat mereka untuk mengungkapkan harapan mereka tersebut.

Yap 2014. Tahun politik, tahun para pecinta sepakbola. Tahun ini adalah tahun dimana kita akan disuguhi 2 even besar di Indonesia dan juga di dunia. Pemilu Presiden untuk menggantikan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menjadi ujung tombak negara kita selama 2 periode dan yang telah kita nanti-nantikan Piala Dunia 2014 (yah Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton saja).

2014, tahun politik, Pemilu Presiden. Ini adalah saat-saat menentukan untuk seluruh rakyat Indonesia. Mungkin akan ada yg skeptis "ah sudahlah presidenya siapapun nasibku tetap begini saja." Tapi bagi saya, dengan pemilihan Presiden ini, menentukan akan dibawa kemana Indonesia selanjutnya setelah pemerintahan SBY.
Apakah Presiden berikutnya akan melanjutkan kinerja Presiden SBY yang mungkin di mata sebagian orang memang agak lamban (tapi kalau menurut saya, kalau SBY dinilai kurang kinerjanya gak mungkin dia terpilih sebagai presiden selama 2 periode) atau menjadi Presiden dengan kualitas yang lebih baik lagi? Who knows?

Calon-calon yang muncul yah sama seperti pemilu periode lalu, itu lagi-itu lagi.
Sang capres abadi, Prabowo dan Wiranto kembali muncul untuk mencoba peruntungan apakah berhasil menjadi Presiden atau malah tetap setia menjadi capres abadi Indonesia selamanya.

Sang mantan Presiden wanita pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri dikabarkan masih berminat untuk kembali mengikuti pilpres, mungkin ia masih penasaran untuk memimpin negara ini.

BOSAN, melihat calon presiden masih dari itu-itu saja. Tidak ada refreshing pimpinan sama sekali. Kalau menurut saya yang konyol ialah pencalonan Aburizal Bakrie sebagai presiden untuk periode berikutynya dari salah satu partai terbesar di Indonesia, Golkar. Apakah dia tak berpikir bahwa masih banyak korban Lapindo yang menunggu janji darinya untuk mengganti rugi semua kerugian masyarakat yang menderita karena terkena dampak Lapindo? Saya jujur merasa prihatin dengan partai kuning tersebut yang masih mau mencalonkan Ical, panggilan untuk Aburizal Bakrie, dimana dia masih dalam masalah Lapindo tersebut. Saya tau dengan kapasitasnya sebagai ketua umum Partai Golkar, dia berhak untuk dicalonkan sebagai capres. Dengan dukungan dana melimpah dari Ical yang juga salah satu pengusaha terkaya di Indonesia sebenarnya sah-sah saja jika dia mencalonkan diri sebagai presiden. Tapi sejujurnya dia seharusnya sadar diri dan malu (kalau saya sih begitu) dia berani mencalonkan diri sebagi Presiden tapi masih ada Lapindo yang belum terselesaikan, MIRIS.

Patut diperhatikan melihat tokoh baru yang muncul. Salah satu fenomena di Indonesia, sang mantan walikota Solo yang sekarang berkuasa sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau biasa dipanggil sebagai
Jokowi yang digadang-gadang akan menjadi calon presiden yang terkuat jika ia turun dalam pemilu.
Jokowi jika diajak untuk berbicara tentang kemungkinan untuk menjadi presiden akan selalu mengelak dan berkata ingin konsentrasi untuk mengurus Jakarta yang baru saja dipimpinya. Saya akui fenomena Jokowi benar-benar meledak di Indonesia sehingga dalam jajak pendapat capres, dia selalu menempati tempat tertinggi. Jokowi, si gubernur gaul penyuka band metallica, kalau menurut saya dia hanya menunggu perintah dari atasanya, Megawati. Jika Mega memerintahkanya untuk turun dalam pemilu, maka ia akan manut-manut untuk bertarung di pemilu presiden walau banyak orang Jakarta dan saya tentunya tak menghendaki itu. Saya dan segenap warga Jakarta menghendakinya untuk membereska Jakarta terlebih dahulu, dengan progres yang baik saya yakin saat selesainya periode kepemimpinanya di Jakarta nanti, Jakarta sudah mendekati sempurna walau memang kemacetan dan banjir adalah musuh utama, musuh besar bagi seluruh orang.

Fenomena baru yang juga turut saya setujui untuk bertarung di pilpres nanti adalah Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan. Mencoba untuk berjudi dengan mengikuti konvensi Partai Demokrat. Apasih konvensi itu? Yaitu penyaringan bakal calon presiden yang diadakan Partai Demokrat untuk mencari bibit-bibit pemimpin yang akan dicalonkan untuk menjadi Presiden. Dengan tidak diperbolehkanya SBY, si pengeruk suara untuk turun di pemilu, maka Demokrat mencari cara agar bisa memenangkan pemilu tersebut. Bahkan ada wacana SBY jadi cawapres, tapi yah kita tak tau akan seperti apa nanti.
Oke balik ke Bang Anies, dia tokoh muda. Akademisi dari salah satu Universitas yang baik, tapi apakah bisa ia bertarung di pilpres. Jangankan di pilpres, di konvensi pun akan susah karena sainganya Dahlan Iskan, si menteri BUMN yang terdengar kemana-mana. Sedangkan Anies untuk sebagian orang malah baru terdengar sekarang. Dia membuat apa yang disebut dengan #AyoTurunTangan yang bertujuan untuk mengajak seluruh masyaratak untuk turun tangan membereskan masalah di Indonesia ini.

Sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mencalonkan diri sebagai capres tapi saya tak terlalu tertarik untuk membahasnya seperti Raja Dangdut Rhoma Irama, Mahfud, Jusuf Kalla dan lain-lain.
Waktu untuk pemilu masih lama, lebih baik kita perhatikan para calon tersebut, bagaimana sikap mereka dan pada akhirnya kita tentukan nasib mereka dengan memilih salah satu dari mereka yang memang sesuai dengan hati anda dan anda yakin dia akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, amin.

Saturday, 21 December 2013

Hidup Itu Pilihan

Pernahkah terbersit di pikiranmu saat anda sedang sendiri di suatu tempat, pikiran yang giba-tiba saja datang menyergapmu membuatmu berpikir “siapa saya sebenarnya?”

Jujur, saya juga pernah seperti itu, mungkin sering entah kenapa. Saya merasa seperti seorang yang tak punya jati diri, tak punya pendirian yang hanya ikut-ikut teman dalam melakukan sesuatu. Seseorang yang penuh dengan kesendirian walau di sekelilingnya begitu ramai dengan hiruk pikuk manusia-manusia yang berlalu lalang tapi pikiran kita melanglang buana entah kemana. Siapa saya? Apa yang saya lakukan disini? Mau jadi apa saya? Apakah saya bisa? Apa saya mampu? Apa saya bisa bertahan?

Hidup itu pilihan sebetulnya kalau menurut saya ada dua pilihan, apakah anda ingin menjadi seorang yang biasa-biasa saja tak melakukan sesuatu hal yang berguna atau anda ingin menjadi seseorang yang berguna untuk siapapun.

Saya masih remaja, beranjak dewasa. Begitu banyak hal yang tiba-tiba datang menyergap pikiran. Begitu banyak pemikiran yang tak bisa dijawab oleh saya lalu hanya saya tinggalkan begitu saja karena saya anggap itu tak penting. Saya adalah orang kelewat santai yang jujur saya menyadari itu adalah sifat yang merugikan untuk diri saya sendiri. Saya bisa serius jika memang itu benar-benar menarik perhatian saya, jika tidak maka susah sekali saya untuk serius walau secara tiba-tiba pikiran tadi pun muncul kembali yang membuat saya berpikir “kenapa saya harus terus-terusan seperti ini? Saya tak mau tertiggal dari teman-tema yang lain. Saya takut tertinggal, saya ingin maju seperti mereka.”

Tapi memang, pikiran itu pun hanya lewat saja tanpa jejak. Saya menyesali sifat saya ini karena entah kenapa ini seperti penyakit yang susah hilang dari diri saya.

Siapa saya sebenarnya? Saya hanya seorang remaja 18 tahun yang sebentar lagi akan menyelesaikan semester 3 dan akan pergi ke Malaysia untuk job training selama 6 bulan. Meninggalkan semua orang disini demi masa depan yang lebih baik.

Tentu saya berharap akan menjadi lebih baik saat pulang kembali ke Indonesia, menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang yang cenderung merusak diri sendiri. Seorang remaja yang bisa dibilang tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan sesuatu hal yang sebetulnya sudah terlalu lama untuk dipendam menjadi seorang yang punya kepercayaan diri lebih baik dan tentu saja berguna untuk siapapun.

Seperti saya bilang barusan, hidup itu pilihan. Lalu apa yang kita akan pilih? Kita bagaikan sebuah novell yang bahkan belum terisi setengahnya. Lembarang kosong itu akan kita isi dengan cerita, pengalaman hidup kita sendiri yang tentu juga akan menajdi piihan untuk kita akan seperti apa cerita kelanjutanya. Akankah berisi tentang kesuksesan atau malah penderitaan, kehancuran dan hal buruk lainya.

What will you choose? Its your choice…

Thursday, 14 November 2013

Saatnya Liverpool ?



New season, new passion, same hope. Yap sebagai fans Liverpool selalu mempunyai harapan sama walau di akhir kita selalu dikecewakan. Jangankan juara liga Inggris, untuk masuk Liga Champion saja susahnya minta ampun dengan performa yang amburadul. Tapi musim ini, seperti ada secercah harapan dari Liverpool untuk fansnya. Performa gemilang, walau masih agak inkonsisten tepatnya. Terlihat saat kita dikalahkan Arsenal 2-0. Kita seperti dipermainkan oleh mereka. Lini tengah kita tak berjalan dengan baik. Para gelandang Liverpool seperti kebingungan untuk menghadapi kecepatan pemain Arsenal. Lucas Leiva yang diharapkan bisa membendung ternyata bermain kurang baik (kalau tidak dibilang buruk) sehingga sang kapten, Gerrard yang pada awalnya ditugaskan untuk menyuplai bola kepada duet mau Liverpool, SAS, tidak bisa bekerja dengan baik karena konsentrasinya terpecah belah untuk membantu pertahanan.

Okelah saatnya kita berbicara yang lain, untungnya Liverpool berhasil menang 4-0 saat membantai Fulham. Musim ini akhirnya kita memiliki penyerang handal. Bukan hanya satu, tapi dua sekaligus. Duet SAS, Suarez Sturridge begitu menggila musim ini. Mereka berdua berhasil mecetak 8 gol dan produktivitas Liverpool ke-3 tertajam di Liga Inggris dengan 21 gol (16 gol berasal dari duet SAS).
Mungkin yang dibutuhkan Liverpool adalah pelapis mereka, memang kita masih mempunyai Iago Aspas di bench, tapi performanya saat di awal musim kurang begitu memuaskan Rodgers sehingga ia pun semakin jarang mendapat kesempatan untuk bermain.





Glen Johnson pun berkata, “Skuad Liverpool musim ini adalah skuad terbaik selama saya berada di Liverpool.” Ya dengan performa seperti ini saya rasa tak ada yang tak mungkin bagi kita untuk merayakan sesuatu di akhir musim. Asalkan kitaa konsisten dan bisa mengulang prestasi 2008 saat kita jadi pemimpin klasemen sampai paruh musim walau akhirnya kitya kalah dari United. Untuk pertama kalinya saya merasa senang saat MU menang karena mereka mengalahkan Arsenal yang membuat jarak poin Liverpool dan Arsenal hanya 2 poin saja (Thanks United). Tapi jangan lupakan pesaing lainya seperti Chelsea, City, Spurs dan tentu saja rival abadi kita, Manchester United. Mungkin mereka sekarang dibawah kita, tapi Liverpool harus tetap waspada terutama United yang memang mempunyai reputasi agak buruk start awal musim tapi paruh kedua melesat kencang. Asalkan kita bisa mempertahankan performa dan duet SAS terus menggila, we had a chance man.

Saatnya untuk Liverpool juara ? Why not?

Politik, Uang dan Sepakbola



Politik, politik dan politik. Hampir semua aspek di negeri ini dipenuhi oleh berbagai kepentingan politik.
Tidak hanya di DPR, politik pun memasuki dunia yang sesungguhnya harus dijauhi dari kepentingan politik, olahraga.

Di Indonesia, dengan penduduk jutaan jiwa, seharusnya tidak sulit untuk mencari bakat-bakat besar yang hanya tinggal dipoles sehingga bias menjadi bintang-bintang olahraga yang akan mengharumkan Indonesia di kancah olahraga dunia, MIRIS.

Oke, saya hanya focus ke sepakbola karena olahraga ini adalah penyedot massa terbesar di negeri koruptor ini. Maaf saya bilang negeri koruptor karena MEMANG kenyataanya Negara ini penuh dengan koruptor keji yang tega mencuri miliaran rupiah untuk kepentingan pribadi dan melupakan rakyat yang telah memilihnya untuk menduduki kursi di DPR. Walau gaji mereka sudah besar, tapi godaan untuk mencuri tetap besar, karena uang yang ditawarkan pun gila.

Sepakbola, Indonesia sesungguhnya tidak kalah potensinya jika disbanding dengan Brazil. Saya tak muluk tapi ini kenyataanya. Perbedaan kita dengan Brazil adalah pembinaan pemain. Di Brazil, Negara berkembang sama dengan Negara kita, pembinaan berjalan dengan bik, bahkan sepakbola adalah mata pencaharian mereka. Mereka berjuang untuk menjadi pemain bola karena bisa merubah standar hidup mereka. Lihat Ronaldinho, di masa kecilnya ia adalah orang yang tak berada. Sekarang ? Dia adalah pemain legenda, dengan uang berlimpah. Pembinaan disana berjalan dengan baik, beda dengan di Indonesia karena terlalu banyak permainan politik dan uang. Bahkan pemain mereka sampai dinaturalisasi berbagai Negara karena kesempatan untuk membela Brazil kecil karena terlalu banyak pemain hebat disana.

Di Indonesia, uang bermain. Mulai dari tingkat Liga tertinggi di Indonesia sampai tingkat rendah seperti SSB. Gila kan? Saya tak mengada-ngada karena memang saya tahu persis itu. Saya hanya seorang mahasiswa yang gila sepakbola dan saya bukan apa-apa di Indonesia, tapi saya tahu persis tentang gilanya orang-orang diatas yang rakus akan uang. Adik saya pernah berlatih di salah satu SSB terkenal di Jakarta ya memang saya tahu kualitasnya bagus tapi ada saja yang meminta uang agar para anak-anak tersebut bisa lebih cepat mengorbit. Yang melakukan itu adalah salah satu legenda sepakbola kita!

 Tahu program Uruguay? Itupun tak jauh dari permainan uang. Ada beberapa orang yang diminta untuk membayar agar anak mereka bisa ikut untuk mengikuti program kesana. Memang tak semua orang tapi dengan kenyataan seperti itu, betapa mirisnya Negara penggila sepakbola seperti kita.

Saya cukup senang dengan kemunculan seorang Indra Sjafrie yang bisa mencari bakat-bakat terpendam di pelosok tanah air walau saya yakin masih banyak sekali bakat terpendam di negeri ini.
Kebodohan pejabat sepakbola negeri ini yang terlalu sibuk untuk berkelahi demi menjabat sebagai orang nomor satu di sepakbola. Melupakan betapa amburadulnya sepakbola Negara kita sehingga semakin tertinggal di Asia, bahkan di ASEAN!

Dulu, ya dulu, kita adalah macan asia. Nama Indonesia membuat gentar Negara lain. Sekarang? Jangankan gentar, mereka malah menganggap remeh Negara kita. Kekuatan sepakbola kita hanya segitu-segitu saja. Hanay sedikit orang bersih di sepakbola kita. Memalukan.

Apa susahnya mencari bakat-bakat di pelosok Indonesia? Asal ada pembinaan yang jelas dan orang-orang yang bisa dipercaya, yang tak terpengaruh oleh uang, semua bisa !
Andai Bung Karno masih hidup, beliau pasti malu dengan kondisi ini. Masa kita kalah dari Singapura? Negara kecil, lebih besar Jakarta tapi mereka sudah beberapa kali juara AFF Cup. Kita? Mentok final.
Kita seperti gentar jika melawan Thailand atau manapun. Padahal jika dilihat-lihat kita tak kalah dari mereka. Ya, kita hebat bisa seperti mereka bahkan melebihi mereka asalkan kita membenahi semua aspek di sepakbola kita. Pembinaan, infrastruktur dan lain sebagainya.

Pejabat bilang tentang profesionalitas klub, sampah. Apanya yang professional jika gaji pemain saja banyak yang belum dibayar. Bahkan klub ibukota saja masih menunggak gaji para pemainya.
Klub Indonesia Cuma amatir bukan professional.

Sebenarnya, sepakbola itu ladang bisnis yang bagus, tapi para investor takut untuk menginvestasikan uangnya di sini. Kenapa ? Ya itu tadi, terlalu banyak permainan uang. Mereka lebih memilih untuk menginvestasikan di aspek lainya. Sepakbola disini terlalu ricuh, tak hanya supporter bahka pejabat pun berkelahi. Suporter mungkin bisa dimaklumi walau seharusnya mereka juga harus berubah. Tapi pejabat saja masih berkelahi bagaimana mau memberi contoh pada bawahanya? Bodoh.

Profesional tahi kucing. Kapan mau maju jika terus begini?

Monday, 12 August 2013

Ironi Luis Suarez

Sebagai salah satu bintang dan tulang punggung dari Liverpool,Luis Suarez amat begitu diandalkan oleh tim. Lihat statistiknya musim lalu dengan 23 golnya untuk Liverpool musim lalu. Tanpanya di musim lalu,Liverpool ibarat macan ompong. Ya,besar tapi tak berdaya menggigit lawan-lawanya. Dan Suarez adalah gigi dari macan tersebut. Walau di putaran  kedua musim lalu ada Sturridge,tp keberadaan Suarez sgt diperlukan oleh tim. Di putaran pertama musim lalu,ia ibarat menanggung bebean seorang diri. Maaf,bukanye menyepelakan pemain  lain,tapi kenyataanya seperti itu. Memang Liverpool masih memiliki sang kapten fantastik,Steven Gerrard,tapi peranya msuim lalu seperti tak terlalu terlihat terutama di putaran pertama musim lalu yg bisa dimaklumi karena perubahan style permainan Liverpool yg lebih mengandalkan passing pendek dan Gerrard lebih terbiasa dgn Long Pass yg memang trademarknya. Yah tapi sekarang sudah semakin membaik walau tak bisa dipungkiri Gerrard sudah tak seperti dulu lagi karena faktor umur. Tapi Gerrard tetaplah Gerrard.



Oke balik ke topik awal dimana kita membicarakan seorang pemain kelahiran Uruguay 26 tahun yg lalu yg akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan karena permintaanya untuk pindah ke rival Liverpool di Liga Inggris,Arsenal. Arsenal memang sudah bisa menebus buy out clausenya tp tawaran konyolnya yg hanya menambahkan 1 pound (40.000.001) menjadi bahan tertawaan di media dan tentunya dari Liverpool sendiri. Meskipun klub rival,Suarez tak peduli karena ia hanya menginginkan Liga Champion.
Ya,Suarez sekarang berada di umur emas pemain sepakbola yg selalu ingin bermain di kasta tertinggi Eropa,berbeda dengan apa yg ia lakukan di Liverpool saat ini yg hanya berjuang untuk mengamankan posisi di papan tengah Liga Inggris. Yah walau bisa dibilang dalam masa transisi tapi diliat dari kondisi sekarang,Liverpool kalah dibanding Arsenal,bahkan dari klub kaya baru Manchester City yg bisa menjuarai Liga Inggris 2 musim lalu,bandingkan dengan Liverpool yg bahkan belum menjuarai Liga Inggris sejak terkahir di musim 89/90!

Luis selalu merengek minta untuk dijual ke Arsenal (sepertinya karena hanya Arsenal yg menawarnya) tp jika kita lihat bahwa Arsenal belum menjuarai apapun sejak 8 tahun yg lalu,itu jelas sebuah kemunduran,walau Arsenal selalu stabil masuk Liga Champions. Liverpool berhasil memenangi piala walau hanya Carling Cup 2 tahun lalu. Tapi Liverpool tetap Liverpool,sang musim depan fc kalau kata salah satu akun twitter yg sering mencela klub sepakbola. Ya saya akui itu,Liverpool adalah musim depan fc yg tak pernah stabil penampilanya. Prestasi tertinggi di era EPL adalah runner up. Selalu diagungkan bahwa Liverpool sedang dalam masa transisi dan akan merangsek ke atas kembali,tapi apakah Suarez akan setia menunggu?
Pemain bola punya umur dan umur itu tidak panjang. Mungkin hanya 10 tahun,walau ada yg panjang tapi hanya sedikit. Walau miris tp saya akui keputusan Luis Suarez ingin meninggalkan Liverpool tak salah karena ia ingin terus berkembang.
 Insiden Gigitan Ivanovic


Dukungan untuk Luis Suarez saat insiden Evra

Luis Suarez adalah pemain hebat dan berbakat. Tapi sayang ia tidak mempunyai sikap yg baik. Klub terus-terusan dibuaatnya menanggung malu karena perbuatanya. Dalglish sang legenda,sang Raja sampai dipecat karena membelanya. Sudah 2 kasus dibuatnya selama di Liverpool. Kasus rasis dengan Patrice Evra yg membuatnya di larang bermain 8 pertadingan dan musim lalu gigitanya terhadap Ivanovic membuatnya di larang bermain 10 match. Musim depan pun ia tak akan bermain selama 7 pertandingan untuk melanjutkan hukumanya. Andai ia tidak melakukanya,saya berani bertaruh bahwa ia akan jd top skor Liga Inggris musim lalu,bukan Van Persie.

Sikonya sekarang sama dgn keinginan Van Persie meninggalkan Arsenal,alasanya ingin mendapatkan gelar dan ia berhasil mendapatkanya di MU. Van Persie sang kapten Arsenal rela meninggalkan klub tempat ia dibesarkan untuk menyebrang ke klub rival abadi Arsenal,ia lakukan demi gelar dan berhasil!
Statistik mencatat bahwa striker manapun yg meninggalkan Liverpool,nasibnya tak akan mujur. Lihat Owen Torres. Walau Torres berhasil mendapatkan gelar Liga Champions,tp apa ia memberikan banyak hal ? Yang ada hanya kekesalan melihat pemain 50jt pounds yg tak bisa bermain baik seperti halnya saat ia "Merah". Bahkan sang legenda Gianfranco Zola pernah berujar "Walau Torres bejersey biru,hatinya selalu merah."

Saya tak ingin menghakimi Suarez karena keinginanya karena itu wajar menginggatnya berada dalam umur emas pesepakbola,tapi sebaiknya dia mesti berpikir,ini bukan soal balas budi yg dilakukan oleh Liverpool yg terus mendukungnya selama ia dalam masa terpuruk,tapi ini ibaratkan loyalitas pemain.
Tolong lihatnya sang kapten yg selalu setia walau mendapat banyak godaan dari klub papan atas Eropa dan ia tetap bertahan di Liverpool. Seterpuruknya Liverpool,ia akan selalu setia mengangkat klub yg telah membeasarkna namanya sampai saatnya ia pensiun nanti.

Kelakuan Suarez yg semakin membuat gerah tentu mengundang tanya,kenapa tidak dijual saja? Bahkan Rodgers telah melarangnya untuk latihan bersama tim utama lagi dan menuntutnya minta maaf yg seperti kata media Luis tak akan meminta maaf dan terus menuntut ingin pindah.
Kalau saya jadi Rodgers,saya akan meminta Henry untuk menjualnya tapi dengan harga 50jt pounds baru bisa dilepas.
Saya yakin saga Suarez akan terus berjalan sampai detik terakhir transfer berakhir,tapi satu hal yg pasti, Tak ada yg lebih besar dari Liverpool itu sendiri,bukan Suarez,bukan Gerrard,bukan Dalglish. Mereka tak ada apa-apanya dibanding nama klub asal kota pelabuhan ini yg telah merajai Eropa sejak dulu,nama besar yg akan selalu membuat merinding lawan manapun. Atmosfer Anfield seperti kata mantan pemain yg telah meninggalkan Liverpool tak tertandingi. Para kopites yg setia menyanyikan You'll Never Walk Alone sepanjang pertandingan. Tak ada yg lebih besar dari klub itu sendiri.

Luis Suarez tolong anda pikirkan dengan baik untuk pindah dari klub ini,pindah dari klub yg anda impikan,nama Anfield anda balik dan anda jadikan nama anak anda,Delfina. Anda yg selalu dipuja oleh ribuan Kopites di manapun,selalu mendukung anda di saat anda terpuruk,di saat anda jadi cacian dari media Inggris yg terkenal kejam. Tapi semua itu ada di hati anda,anda yg menentukan. Jika saatnya anda pindah sudah tiba,kami hanya bisa mengucap "Adios Luis,Semoga beruntung di klub barumu."

 

Sunday, 11 August 2013

100 Juta dan Gareth Bale

Sepakbola tak pernah dilepaskan dari kata-kata ini:
Uang

Kenapa uang? Karena tanpa uang,suatu tim sepakbola tak akan pernah bisa hidup,mereka butuh dana untuk bisa menjalankan sebuat tim sepakbola yg baik.
Dahulu uang tetap berperan penting untuk menjalankan hidup sebuat klub sepakbola walau jumlah uang tersebut tidak segila sekarang tp itu juga termasuk dalam jumlah yg bisa dikatakan "edan".

Akhir-akhir ini kita mendengar,membaca ttg seorang pemain sepakbola asal negeri Wales yg bermain untuk sebuat klub Inggris,dari London Utara. Seorang pemain berbakat yg lulus dari Akademi Southampton,akademi yg terkenal di Inggris. Seorang pemain kidal,dianggap sebagai "The Next Ryan Giggs" sang legenda Manchester United. Seorang pemain yg di awal karir berposisi sebagai bek kiri dan sekarang menjelma jd salah satu winger menakutkan di Inggris dan juga di Eropa. Ya,Gareth Bale.



Pemuda yg lahir di Cardiff,16 Juli 1989 akhir-akhir ini menjadi buah bibir di Eropa dan dunia.
Kenapa ? Pemain yg musim lalu memenangi pemain muda terbaik,pemain terbaik Liga Inggris dan pemain terbaik versi para jurnalis ini diincar salah satu klub besar di dunia asal Spanyol,Real Madrid.
Pemain yg sempet ditawar Birmingham sebesar 3jt pounds pada tahun 2007/08/09 saya lupa hehe dan ditolak oleh manager Birmingham saat itu Alex McLeish karena dianggap lemah,sekarang berharga 100jt Pounds!!!

Real Madrid dikabarkan ingin memecahkan rekor yg dipegang oleh superstar mereka,Cristiano Ronaldo.
Tapi saya merasa apa seorang Gareth Bale pantas dihargai 100jt pounds? Seorang pemain yg memang sudah mulai menujukan tajinya di Eropa tapi memang dia belum mendapatkan apa-apa,beda dengan seorang Cristiano Ronaldo yg sudah mendapat segalanya di Eropa.


Saya tak menyangsikan kemampuan seorang Gareth Bale,walau saya bukan fans Spurs atau seorang Gareth Bale bukan berarti saya menyangsikan kemampuanya.
Jujur saya mengaguminya tapi sekarang kita melihat secara subjektivitas saja. Until now,dia tidak mendapat apa-apa. Jadi saya rasa 100jt pounds itu terlalu berlebihan untuknya. Mungkin harganya kisaran 50-60jt itu harga yg pantas.
Satu hal yg menghalangi Bale tidak mendapakan gelar adalah faktor tim. Saya tidak mengecilkan Tottenham Spurs yg menjelma menjadi salah satu kekuatan di Inggris tp seandainya Bale bergabung dengan MU,dia akan mendapat gelar yg banyak dan bukan tidak mungkin harganya akan sama dengan seoranng Cristiano Ronaldo .

Dan jika ia memang jadi pindah ke Madrid dengan harga yg sedemikian besarnya,apakah ia sanggup menanggung beban yg begitu besar?
Pengalaman para Englishman di Madrid berjalan buruk,mungkin hanya McManaman dan Beckham yg lumayan sukses,selebihnya hampir dipastikan hancur. Woodgate? terlalu banyak cedera dan gagal padahal digadang-gadang sebagai salah satu defender terbaik di Inggris,Owen walaupun lumayan sukses dgn 19 gol di musim pertama tp dia tidak bisa mengatasi tekanan disana,tak bisa beradaptasi dgn lingkunganya dan tak bisa bersaing dengan Pangeran Bernabeu,Raul Gonzales dan The Phenomenon,Ronaldo pertama.
Bahkan sang Beckham hanya mendapat sedikit gelar dan gelar liga ia dapat di penghujung karirnya di Madrid sebelum ia pindah ke Galaxy. Jadi hanya McManaman yg lumayan karirnya disana.

Itu bisa jadi bahan pertimbangan seorang Bale,apakah ia bisa bersaing di Madrid? Bersaing dgn Ronaldo,Di Maria,Ozil. Bahkan sekarang Di Maria sepertinya sudah mulai disingkirkan oleh Ancelotti karena ia menempatkan Ozil di kanan sedangakn tengah ditempati Isco,wonderkid Spanyol.
Saya harap ia bisa menentukan langkahnya untuk ke depanya karena ini semua menentukan perjalanan karirnya. Apakah ia bertahan di Inggris atau ia melanjutkan karir di Spanyol dan memecahkan rekor transfer? Apakah ia akan mengikuti jejak Ronaldo,McManaman dan Beckham untuk meraih sukses di Madrid atau mengikuti jejak Woodgate dan Owen yg di awal mereka mimpikan gelar,kegemilangan karir ternyata yg ada hanya kerusakan karir mereka?

Well sebaiknya kita tunggu sampai bursa trasnfer ditutup dan jika Bale jadi pindah,saya dan pecinta sepakbola yg lain hanya bisa berkata, Good Luck Gareth Bale!

Friday, 2 August 2013

Sahabat

Mungkin hanya saya yg sampe sekarang belum nonton film 5cm hahaha. Saya memang belum sempat menontonya karena faktor kuliah juga faktor dompet dan faktor wanita mungkin hahaha.
Dalam perjalanan pulang dari Malang 2 hari yg lalu,saya menyempatkan baca novel 5cm punya temen saya yg berhasil masuk di Universitas Brawijaya,2 teman saya dari kecil,Theo dan Rizki. Saya ikut ke Malang sekalian ikut mereka daftar dan saya juga mau jalan-jalan,suntuk liburan semester hanya di rumah dan kepanasan (karena beda suhu dengan tempat saya kuliah di Bandung,Jakarta makin ngaco aja panasnya wakkaak ).

Pertama saya tak terlalu tertarik untuk membaca novel itu,tapi berhubung dalam kondisi bete ga ngapa-ngapain di kereta dan hape mau habis baterenya,yaudah saya pinjam novel itu dari Theo dan saya baca dan lgsg habis saat masih di kereta,Theo aja belom habis hahaha.
Cerita bermula dari 5 sahabat yg emang udah bareng dari zaman SMA dan sampe sekarang saat kuliah tetep ngumpul. Dan karena ingin mencari suasana baru mereka memutuskan untuk tak bertemu sampai 3 bulan karena mungkin telah jenuh setiap hari bertemu.

Entah kenapa saat membaca novel ini ingatan saya melancong ke sahabat-sahabat saya diluar Theo Rizki ini. Ya saya merindukan mereka seketika setelah membaca buku ini.
Pikiran saya melayang saat SMP dimana saya mempunyai 2 orang sahabat dekat,sangat dekat,Havel dan Bima. Bagusnya sampai sekarang kami masih kontak,bermain bahkan nginep di rumah mereka. Sampai di bbm kami buat chat yg khusus buat kami kalau ingin iseng-iseng chat hahaha. 
Saat SMA,sudah mulai mengenal tongkrongan. Disini saya mengenal Ricky,teman saya dari kecil tapi tidak terlalu dekat,Fajar aka Doe,Dhanny,Cole,Arhan dan sahabat saya teman dari SMP Ajis. Kami punya tongkrongan bernama LB dan terletak di belakang komplek perumahan saya (Ricky juga satu komplek dengan saya dan ayahnya dalah ketua RW jd ga ada yg berani macem-macem hahaha). Disini perjalanan saya mengenal dunia dimulai. Mengenal dunia putih abu-abu bersama mereka. Mulai mengenal bandel semua dimulai bersama mereka. 
Yah saya rindu saat-saat itu!

Cabut ke kantin saat pelajaran Jepang atau ke mesjid. Pura-pura sakit terus ke UKS padahal mah ngantuk doang hahaha. Ngambil makanan dan ga bayar langsung ngacir aja ke kelas. Ngecengin cewe,ngeliatin cewe yg saya suka dari atas atau ngintip dari jendela hahaha. 
Kadang suka slek sama temen sampai hampir berantem tapi langsung baikan lagi hahaha.
Seketika semua memori itu muncul saat saya baca novel 5cm ini.
Perjuangan mereka untuk naik ke Mahameru,melihat banyak nisan disana yg mengingatkan bahwa kita hidup tak abadi,hidup kita di tangan Tuhan. Bersama-sama naik ke Mahameru,puncak tertinggi di Jawa. Melihat nisan teman dari seseorang yg dikenal di jip saat perjalanan ke camp. Membaca surat dari teman yg dikenal di jip. Jujur saya hampir menangis saat membaca surat itu,begitu ah gitulah.
Anda bisa bayangkan sendiri jika teman anda,sahabat yg sudah anda anggap sebagai saudara,hilang dan tak pernah ditemukan lagi. Saya saja yg lama gak ketemu sahabat saya aja kangen gimana seperti itu keadaanya,saya merindukan kalian sahabat.
Sejenak saya merenung berdoa semoga kita akan terus bisa bersama walau kita sudah berpisah di daerah-daerah karena kita sudah kuliah tapi saya harap kita tak melupakan satu sama lain,kita sahabat sepanjang masa!

"Saya beruntung punya kalian,kalian adalah orang-orang yg membantu saya untuk terus menjalani hidup,bersama-sama jadi dewasa di dunia,ibaratkan kita hanya sebuah buku kosong dan kita mulai menulis buku ini bersama-sama dan ini hanya permulaan dari hidup kita. Proses menuju ke depan masih panjang. Jangan pernah malu untuk meminta bantuan karena kita bukan lagi teman atau sahabat,kita adalah saudara yg akan terus bersama sampai waktunya tiba,saat kita menutup buku perjalanan hidup kita bersama dengan senyuman dan tawa yg akan terus kekal selamanya."